Setiap orang rela banting tulang demi bisa menjadi kaya. Mereka mengumpulkan rezeki sedikit demi sedikit, hingga tertumpuk harta yang melimpah.

Ada juga yang begitu giat bekerja demi punya harta. Pergi pagi pulang malam demi mengejar mimpi menjadi kaya.

Sayangnya, banyak dari kita mungkin lupa kekayaan bukanlah diukur dari banyaknya harta. Sebab, suatu saat harta pun akan habis dan lenyap.

Sementara Allah SWT tidak memandang kayanya seseorang dari materi yang dia miliki.

Lantas seperti apa orang kaya di hadapan Allah SWT?

Dikutip dari Islami.co, dalam hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah RA, Rasulullah Muhammad SAW bersabda,

Tidak dikatakan kaya bila bergelimang harta namun yang dimaksud kaya adalah kaya akan diri dengan tak berharap dari pemberian orang lain.”

Mereka Adalah…
Imam As Suyuti menjelaskan maksud hadis ini dalam kitabnya Adz Dzibaaj.

Menurut Imam As Suyuti, hadis di atas menjelaskan orang kaya adalah mereka yang mampu mengarahkan diri kepada segala kebaikan.

Mereka tidak mengutamakan urusan materi. Merasa cukup dengan pemberian Allah SWT dan tidak tergiur kekayaan orang lain.

Saat orang mampu mengarahkan diri untuk tidak bergantung pada pemberian yang lain, dia sudah ridha dengan ketentuan Allah. Orang inilah yang termasuk kaya di mata Allah.

Untuk bisa sampai pada posisi itu, dibutuhkan keyakinan yang tinggi dalam diri akan rezeki dari Allah.

Dia harus berusaha keras mencukupi kebutuhannya secara halal.

Sumber: dream.co.id