DKI Jakarta telah memasuki musim penghujan, otomatis Pemprov DKI Jakarta kian bersiap mengatasi dampak dari cuaca ekstrem.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun menyatakan bulan November memiliki hujan yang berbeda dibandingkan dengan bulan lainnya.

Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin menjelaskan beberapa ciri khas hujan yang terjadi di bulan November. Terutama yang terjadi di wilayah kawasan Jabodetabek.

“Biasanya terjadi pada siang atau menjelang sore hari, umumnya intensitas pada kisaran ringan hingga sedang. Bahkan sampai lebat yang dapat disertai petir, angin kencang, dan pada beberapa kasus ekstrem dapat terjadi hujan es atau bahkan puting beliung,” tutur Miming kepada JawaPos.com, Sabtu (24/11).

Menariknya, saat bulan November walaupun hujan dikatakan deras dan berangin namun intensitas waktu tidak terlalu lama. Hanya berkisar 2-3 jam hujan langsung berhenti karena hujan berfokus pada lebatnya.

“Ini berbeda ciri khasnya saat puncak musim hujan yang umumnya ada pada bulan Desember-Februari, kejadian hujan dapat berlangsung lebih lama,” terangnya.

Tidak hanya itu, hujan pada November ini biasanya terjadi pada kondisi cuaca pagi-siang cerah-berawan, bahkan kondisi suhu relatif lebih panas bahkan cukup terik pada menjelang siang.

“Warga diharap masih perlu mewaspadai potensi hujan es, puting beliung, angin kencang hingga awal Desember ini khususnya di wilayah Jabodetabek,” tandasnya.

Sumber: jawapos.com