Jelang Musim Haji, Ini Persiapan Layanan Transportasi untuk Jemaah Indonesia

Jelang persiapan musim haji 2018 seluruh kebutuhan dalam penyediaan transportasi haji pada musim ini sudah terpenuhi.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Transportasi Haji Direktorat Pelayanan Haji Luar Negeri Direktorat Jenderal (Ditjend) Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Haji RI, Subhan Cholid.

“Untuk pelayanan transportasi antar kota sudah terpilih tujuh perusahaan, dan angkutan sholawat (bis angkutan untuk jemaah dari pemondokan ke masjid Al Haram, red) telah terpilih dua perusahaan,” jelasnya.

Setelah itu, lanjut Subhan, tinggal finalisasi penyusunan rute, letak halte, dan arah terminal. Penyediaan transportasi sampai dengan tanggal 25 ini, seluruh kebutuhan layanan Alhamdulillah sudah terpenuhi.

Untuk layanan antar kota sudah terpilih tujuh perusahaan, dan untuk angkuta sholawat terpilih dua perusahaan.

Dengan telah terpilihnya perusahaan tersebut, maka tim tinggal menyelesaikan penyusunan akhir rute-rute, letak halte, dan arah terminal.

“Peningkatan yang direncanakan telah terpenuhi untuk semua rute sarana transportasi jemaah. Diantaranya adalah dengan disepakatinya penggunaan bis yang dioperasikan minimal tahun produksi 2013, atau usia bis maksimal 5 tahun,” papar dia.

Peningkatan tersebut baik diusahakan oleh misi haji kita atau oleh Naqaba (asosiasi angkutan darat, red). Dan Perusahaan terpilih telah berkomitmen untuk memberikan armada yang terbaik.

“Peningkatan layanan transportasi pada tahun ini adalah seluruh rute dapat dilakukan upgrade. Dengan menentukan usia bis paling tua tahun produksi 2013 atau usianya 5 tahun. Khusus untuk rute dari bandara ke luar baik dari bandara Madinah menuju hotel di Madinah, maupun bandara di Jeddah menuju ke Makkah, layanan upgrade-nya dilakukan oleh Naqaba”, kata Subhan.

Pada rute selain itu, dari Madinah ke Makkah, dari Makkah ke Jeddah, dari Makkah ke Madinah, dan dari pemondokan Madinah menuju ke bandara Madinah upgrade-nya dilaksanakan oleh misi haji.

Perusahaan yang terpilih sudah berkomitmen (pada kontrak, red) untuk memberikan armada yuang terbaik utuk kita,” pungkas Subhan.

Pihaknya juga menyampaikan tentang pelayanan transportasi di wilayah maays’ir. Di wilayah tersebut masih sepenuhnya ditangani oleh Naqaba.

Petugas transportasi untuk jemaah haji kita belum mendapat izin sepenuhnya untuk mengakses pengendalian layanan tersebut.

Masih hanya sebatas konfirmasi kepada pengendali (Naqaba, red) apabila terjadi permasalahan pada sarana transportasi yang digunakan.

“Untuk angkutan masya’ir, penyendiaan dilaksanakan sepenuhnya oleh Naqabah. Kita belum bisa mengakses secara penuh terkait dengan pengendalian angkutan masyair itu. Naqbah berjanji bahwa seluruh armada yang beroperasi di masya’ir itu akan dikendalaikan secara langsung.

Belum ada izin untuk mengakases pengendalian itu, kita hanya bisa mengkonfirmasi apabila ada armada bis yang bermasalah untuk segera dilaporkan dan akan segera langsung ditangani.

Saat dikonfirmasi tentang prosentase proses penyiapan sarana transportasi haji musim ini secara keseluruhan, Subhan menyampaikan bahwa proses telah 100% dilaksanakan.

Dan telah mendapat konfirmasi dari Staf Teknis Haji (STH) 1 Ahmad Dumyathi Bashori bahwa surat undangan untuk penandatangan kontrak bagi perusahaan terpilih telah dilayangkan.

Proses penyediaan sudah 100%, tinggal kontrak saja. Konsul Haji telah menkonfirmasi bawa surat undangan kepada perusahaan terpilih untuk penandatanganan kontrak sudah dilayangkan.

Rencananya tanggal 30 April kontrak itu ditandatangani oleh seluruh perusahaan yang terpilih.

Sumber: gomuslim.co.id