Konflik Memanas, India Larang Organisasi Jamaat E Islami Di Kashmir

KASHMIR, KOMPAS.com - Kelompok teroris ISIS mengklaim untuk pertama kalinya, telah mendirikan sebuah " provinsi" di India, menyusul bentrokan antara anggota kelompok militan dengan petugas keamanan di wilayah Kashmir yang diperebutkan.

Pengumuman tentang pendirian provinsi baru itu disampaikan melalui media propaganda ISIS, Amaq, pada Jumat (10/5/2019) malam. Disebutkan bahwa "provinsi" tersebut bernama "Wilayah Hind".

Pengamat menilai, pernyataan ISIS tentang pembentukan provinsi baru di India dirancang untuk menaikkan posisinya, setelah sebelumnya kalah dan terusir dari benteng kekhalifahan terakhirnya di Suriah bulan April lalu.

Sejak saat itu, ISIS telah mengklaim bertanggung jawab dalam sejumlah serangan teror, termasuk di Sri Lanka pada Minggu Paskah yang menewaskan hingga 258 orang.

"Pembentukan sebuah provinsi di wilayah di mana mereka tidak memiliki apa-apa yang menyerupai pemerintahan sebenarnya itu terlalu tidak masuk akal, tapi juga tidak bisa diabaikan," kata Rita Katz, direktur SITE Intel Group, yang melacak keberadaan para anggota kelompok ekstremis.

Baca juga: Pakistan Tangkap Tersangka Kunci Serangan Bom Bunuh di India Kashmir

"Dunia mungkin akan mengarahkan pandangannya pada perkembangan ini, tetapi bagi anggota kelompok militan di wilayah-wilayah yang rentan, ini adalah isyarat yang signifikan untuk membantu meletakkan dasar dalam membangun kembali kekhalifahan ISIS," tambahnya, dilansir Middle East Monitor.

Dalam pernyataan yang sama, Daesh, nama Arab organisasi teroris itu, juga mengklaim serangan yang terjadi di Kota Amshipora, distrik Shopian, di Kashmir, yang menewaskan tentara India dan seorang anggota mereka.

Pernyataan yang dikeluarkan ISIS itu sesuai dengan konfirmasi pihak polisi India, yang menyebut adanya seorang anggota kelompok militan yang tewas dalam bentrok di Shopian. Anggota militan itu diketahui bernama Ishfaq Ahmad Sofi.

Sofi diketahui telah terlibat dengan beberapa kelompok militan di Kashmir selama lebih dari satu dekade sebelum akhirnya bersumpah setiap kepada ISIS.

Fakta tersebut sempat dirilis sebuah media simpatisan ISIS yang melakukan wawancara dengan Sofi, serta menurut seorang pejabat militer.

Anggota ISIS itu dicurigai terlibat dalam sejumlah serangan granat terhadap pasukan keamanan di wilayah itu, kata sumber polisi dan militer.

"Operasi serangan di Shopian cukup rapi dan tidak ada kerusakan besar selama baku tembak," kata seorang juru bicara polisi dalam pernyataan tentang bentrok pada Jumat (10/5/2019).

Pejabat militer menyebut Sofi mungkin adalah satu-satunya gerilyawan ISIS yang tersisa di Kashmir.

Baca juga: Konflik Memanas, India Larang Organisasi Jamaat-e-Islami di Kashmir

Kelompok separatis telah puluhan tahun bertempur dalam konflik bersenjata melawan pemerintahan India di Kashmir yang mayoritas penduduknya Muslim.

Mayoritas dari kelompok-kelompok ini menginginkan kemerdekaan untuk Kashmir atau untuk bergabung dengan musuh bebuyutan India, Pakistan.

Mereka belum seperti Daesh, yang berusaha mendirikan kerajaan di seluruh dunia Muslim.

Seorang juru bicara kementerian dalam negeri India, yang bertanggung jawab atas keamanan di Kashmir, tidak menanggapi permintaan komentar.

Source : https://internasional.kompas.com/read/2019/05/13/21045451/isis-klaim-telah-mendirikan-provinsi-di-india

522
Konflik Memanas, India Larang Organisasi Jamaat E Islami Di Kashmir

Source:Kompas.com

Konflik Memanas, India Larang Organisasi Jamaat E Islami Di Kashmir